


Rakyat Bukan Bahan Baku Sastra
Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

Suluk Kebudayaan Indonesia: Sebatas Catatan Kaki
Membicarakan kebudayaan seperti melihat hamparan lautan yang luas sekaligus dalam. Di permukaan, ia bisa terlihat...

Ketika Kicau Burung Berganti Deru Bor: Refleksi Atas “Ditanduri Kos-kosan” Karya Aristyakuver
Ketika mendengar kata pembangunan, ikon yang muncul dalam pikiran biasanya gedung-gedung pencakar langit, tronton, atau...

Lali Sumber Ketiwasan: Refleksi Nilai-nilai Desa dalam Arus Modernitas
Saya sedikit heran—bercampur penasaran—ketika saya pertama kali bertandang ke Taman Baca Mahanani pada akhir tahun...

Melihat Dasar, Melihat Sekolahku
Sebagai kota pendidikan, Yogyakarta selalu ramai oleh mahasiswa. Makin tahun, jalanan kota Yogya nampak makin...

Ketika Kicau Burung Berganti Deru Bor: Refleksi Atas “Ditanduri Kos-kosan” Karya Aristyakuver
Ketika mendengar kata pembangunan, ikon yang muncul dalam pikiran biasanya gedung-gedung pencakar langit, tronton, atau...

Damar Kurung di Lintasan Waktu
Pada sebuah kegiatan diskusi, aku bertemu dengan M. Anhar Chusnani. Kami pun mengobrol. Sampai akhirnya,...

Lali Sumber Ketiwasan: Refleksi Nilai-nilai Desa dalam Arus Modernitas
Saya sedikit heran—bercampur penasaran—ketika saya pertama kali bertandang ke Taman Baca Mahanani pada akhir tahun...

Pesantren Tak Pernah Feodal, Kita Saja yang Gagal Memahami Adab
Setiap kali seorang santri mencium tangan kiainya, ada saja yang sinis. “Itu sisa feodalisme,” kata...

Jimat, Pemberontakan, dan Kaum Kolonial
Sejak arus modernisme melanda kehidupan di Bumi Nusantara, segala hal yang berbau klenik, mistis, atau...

