Jawa-Islam di Masa Kolonial

Merupakan karya Nancy K. Florida yang terdiri dari beberapa artikel yang tersebar di berbagai media maupun jurnal internasional. Diterbitkan pertama kali tahun 1987 sampai bulan Desember tahun (2019). Sebagai seorang sarjana yang hampir separuh hidupnya dihabiskan untuk bergelut dengan khazanah kesussastraan Jawa sejak tahun 1970-an di Surakarta, ia sangat mumpuni dan otoritatif berbicara seperti apa sebenarnya dinamika Jawa-Islam di Masa Kolonial.

Latar belakang demikianlah yang mendorong kami mendokumentasikan sekaligus mengalih bahasakan karya penting ini. Irfan Afifi sebagai penerjemah sekaligus editor buku tersebut mencatat kenapa buku ini penting diterbitkan, karena buku (Jawa-Islam di Masa Kolonial) memiliki tawaran pembacaan “alternatif” yang lain terhadap sejarah, budaya, dan kesustraaan Jawa, utamanya terkait relasinya kesustraan Jawa dan Islam, yang selama ini narasi sarjana kolonial maupun pasca-kolonial, berkecendrungan untuk men-downgrade maupun menyepelekan kontribusi Islam dalam khazanah kebudayaan ini, di mana kesarjanaan kolonial maintream sebelumnya, menurut Bu Nancy, “tak mau atau gagal melihat” signifikansi Islam di dalam tradisi ini, serta berusaha melarikan kontribusi yang nyata dari Islam pada jejak-jejak warisan Hindu-Budha Jawanya yang terlalu jauh.

Maka dengan menerbitkan tulisan-tulisan Nancy K. Florida ini dalam kesatuan buku, semoga bisa memeberi “suara lain” atas tradisi, sejarah, dan kesusastraan Jawa.

Judul: Jawa-Islam di Masa Kolonial
Penulis: Nancy K. Florida
Cetakan: Pertama, Mei 2020
Ukuran dan Hlm: 14 x 21 cm, 262 hlm.
Penerbit: Buku Langgar
Harga : 80.000 K
Pemesanan bisa melalui No.WA  admin Buku Langgar (081229303896) pesan disini

 

 


Saya, Jawa dan Islam

adalah buku pertama dari Irfan Afifi, imam dari Langgar.co. buku ini berlatar pergulatan batin dan pemikiran ia sebagai alumni sarjana filsafat UGM yang ditempuh selama 7 tahun, namun belum mampu menjawab pertanyaan eksistensial terkait diri pribadinya yang telah mencecap pemikiran-pemikiran dunia, namun ketika usai justru asing dengan  pemikiran masyarakatnya sendiri, dalam hal ini (Jawa-Islam).

Di tengah gejolak pemikiran tersebutlah kemudian ia mulai mendekati, mengakrabi kembali pemikiran yang sudah lama tak pernah ia sentuh. Namun sebagai nilai, Jawa dan Islam yang telah ia rengkuh semenjak ia dilahirkan di masyarakat pedesaan yang lekat dengan tradisi-tradisi Jawa-Islam, selalu memanggil sayup-sayup ketika ia semakin jauh dari identitas kultural tersebut. Di momen itu Irfan Afifi meneguhkan diri untuk menengok kembali kaitan Dirinya, Jawa dan Islam.

Saat mulai membuka-buka kembali itulah, ia baru sadar bahwa Jawa dan Islam yang menjadi akar identitasnya tersebut telah tercabik, dibingkai sedemikian rupa hingga Jawa dan Islam sampai saat ini terkesan suatu entitas yang tidak bisa disatukan, bahkan selalu dibentur-benturkan. Hal ini tentunya berbanding tebalik dengan fakta historis yang masih dapat ditemukan di luar literatur akademik kolonial. Bahwa Jawa-Islam di tengah masyarakat sudah menjadi entitas tunggal yang sulit dibedakan apalagi dibenturkan. Jadi yang dianggap Jawa selalu identik dengan nilai-nilai Islam di dalamnya, sebaliknya Islam yang ada saat ini di Jawa selalu terikat sublim dengan adat kebudayaan masyarakat Jawa yang sulit dipisahkan.

Keyakinan inilah yang terekam jelas di buku Irfan Afifi, Saya, Jawa dan Islam. Buku ini selain berisi pengalaman pribadi penulis yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa tema lain seperti bab Ngelmu dalam tradisi Jawa, Pribumisasi Islam, dan tema-tema lain yang saling berkelindan meneguhkan pencarian yang terus dilakukan.

Judul: Saya, Jawa dan Islam
Penulis: Irfan Afifi
Cetakan: Pertama, Juni 2019
Ukuran dan Hlm: 14 x 21 cm, 221 hlm.
Penerbit: Tanda Baca
Harga : 80.000 K
Pemesanan bisa melalui No.WA  admin Buku Langgar (081229303896) Pesan di sini.