


Ambiguitas Tragedi dan Komedi dalam Ghost in the Cell
“The child is innocence and forgetfulness, a new beginning, a sport, a self-propelling wheel, a...

Para Perasuk dan Upaya Manusia Berebut Otoritas Gaib
Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Ketika Kicau Burung Berganti Deru Bor: Refleksi Atas “Ditanduri Kos-kosan” Karya Aristyakuver
Ketika mendengar kata pembangunan, ikon yang muncul dalam pikiran biasanya gedung-gedung pencakar langit, tronton, atau...

Lali Sumber Ketiwasan: Refleksi Nilai-nilai Desa dalam Arus Modernitas
Saya sedikit heran—bercampur penasaran—ketika saya pertama kali bertandang ke Taman Baca Mahanani pada akhir tahun...

Para Perasuk dan Upaya Manusia Berebut Otoritas Gaib
Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Jogja Performa dalam Fenomena Kesenian di Kota Yogyakarta
Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Sunan Kalijaga: Jejak Material dan Makna Batin
Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Di Batas Etika Priyayi
Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Rakyat Bukan Bahan Baku Sastra
Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

Kuburan Bahasa: Kumpulan Puisi Teguh Tri Fauzi
Kuburan Bahasa skriptorium itu waktu nisan titah purba yang digoreskan ibu di embun kalbu namaku. Skriptorium ...

