TAGORE, DI SEBUAH GUBUK DI MUNDUK
CALCUTTA, lima ratus tahun sebelum Rabindranath Tagore menulis satu sajaknya yang manis, “Berhentilah berdendang, berhentilah bernyanyi, dan berhentilah menghitung lokan-lokan. Dan siapakah itu yang selalu memuja-muja di sudut kuil sunyi gelap, sedang pintu tertutup? Bukalah...