
Pak Kunto yang Saya Kenal
Secara khusus saya tidak pernah diajar oleh guru yang kami banggakan itu, Prof. Dr. Kuntowijoyo, MA. Mulanya, saya mengenalnya secara lamat-lamat sewaktu Aliyah dulu melalui bukunya, Identitas Politik Umat Islam....

Secara khusus saya tidak pernah diajar oleh guru yang kami banggakan itu, Prof. Dr. Kuntowijoyo, MA. Mulanya, saya mengenalnya secara lamat-lamat sewaktu Aliyah dulu melalui bukunya, Identitas Politik Umat Islam....

Saya mengenal namanya dari tempat saya kuliah: IAIN Purwokerto yang kemudian bertransformasi menjadi Universitas...

Jemek Supardi (22 Mei 1957-16 Juli 2022) pantas disebut pantomimer sejati. Ia melakoni seni mime...

โThe child is innocence and forgetfulness, a new beginning, a sport, a self-propelling wheel, a...

Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...