BILIK | SATURDAY, 22 AUGUST 2026 | 13:22 WIB

Hikayat Cherrypop 2022-2026 di Tahun Ke-Lima

Tak terasa bahwa peristiwa musik yang digelar oleh CHERRYPOP kini menginjak tahun ke-5 nya. Tahun ini, pertunjukan digelar dengan tajuk “Repelita Musik” yang merupakan akronim...

Tak terasa bahwa peristiwa musik yang digelar oleh CHERRYPOP kini menginjak tahun ke-5 nya. Tahun ini, pertunjukan digelar dengan tajuk “Repelita Musik” yang merupakan akronim dari Rekreasi, Peristiwa, Lima Tahun Musik. Cherrypop tiba di kaki Candi Prambanan dan dipersembahkan oleh Bank BRI, pada 22 dan 23 Agustus 2026 dengan kemeriahannya.

Istilah “Repelita” membawa nuansa ketika pembangunan disusun dalam rencana lima tahunan dan masa depan dipercaya dapat ditata melalui tabel, angka, serta pidato panjang. Namun, kini Cherrypop meminjam bunyinya untuk menyusun rencana lain: mengingat manusia, perjumpaan, dan pengalaman yang tumbuh selama lima tahun festival.

Pada hari pertama, Sabtu, 22 Agustus 2026, FSTVLST membawakan set khusus “Paradoks Diametral”, disusul Stars and Rabbit, Majelis Lidah Berduri, NDX AKA, Aftershine, Senyawa, Juicy Luicy, MALIQ & D’Essentials, Never Mind “The” (Kick Jeblogs Skit), ALI, Lipstik Lipsing, Idgitaf, Biru Baru, TheMilo, Murphy Radio, Polka Wars with Alahad, Skandal yang akan tampil beda dengan kolaborasi bersama Fog String Quartet, Dongker, The Panturas, Afterhours, Drizzly, Statelines, Untu, Moctar, Loomers, DARUMA Rollin’, Domikado, In Inertia, Basajan, Teknoshit, Enjoy Drink, dan Pharaoh Southeast Asia. 

Hari kedua, Minggu, 23 Agustus 2026, akan dibuka oleh peristiwa musikal OVN, lalu diteruskan oleh Nadin Amizah, Reality Club yang akan membawakan set album “What Do You Really Know?”, Pandai Besi, Goodnight Electric, Elephant Kind, Perunggu, Sal Priadi, The Adams, Sigmun, Swellow, Eleventwelfth, Kelompok Penerbang Roket, Orkes Pensil Alis, Bleeedrz, Jimi Multihazam dengan set debut album “Mollydenvm”, Alkateri, Domapine, Syrian, Notyourwife, Lostineden, 510, The Bunbury, Strummer Electro, Scantofia, Olski, Kaneyorimasaru, Passive Income, LAUSBUB, Szetroom, Rokaroke, DabWok, dan Noire.

Nama-nama itu hadir dengan riwayatnya masing-masing. Ada yang tumbuh bersama kaset dan toko rilisan, ada yang lahir ketika lagu cukup dilempar ke internet untuk menemukan pendengarnya. Ada yang telah berjalan puluhan tahun, ada pula yang baru belajar menghadapi cahaya panggung. Selama dua hari, mereka ditempatkan dalam satu garis perjumpaan, tanpa kewajiban untuk terdengar seragam. 

Selain suguhan musik di atas 4 panggung Cherrypop, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chili Stage, masih banyak program area yang bisa diakses selama festival, antara lain Cherry District, satu area oleh-oleh yang menjual merchandise resmi Cherrypop, dan merchandise kolaborasi bersama beberapa band penampil yang dirilis eksklusif oleh Cherrymerch, serta Record Store yang menjajakan rilisan fisik dari CD, kaset pita, hingga vinyl, lengkap dengan program Signing Session.

Tak lupa, ada area Cherrykids untuk anak-anak dengan banyak kegiatan lucu disana. Lalu, ada area Community Corner, area teman-teman komunitas akan berkumpul dan berjejaring, tak hanya itu, akan ada Art Exhibition juga disana. Selanjutnya, ada area Cherry Market yang dipersembahkan oleh Indofood melalui Indomie, Pop Mie, dan Chitato, menghadirkan 50 tenant makanan dan minuman dari brand-brand FnB terkurasi.

Lima tahun Cherrypop dapat dibaca sebagai perjalanan mencari bentuk. Dari ruang kecil yang lahir setelah pandemi, ia tumbuh menjadi gelanggang tempat musik, seni, arsip, fesyen, dan persahabatan saling menemukan. Setiap edisi meninggalkan jejak, kekeliruan, serta pengetahuan yang menjadi bekal untuk melangkah. Usia lima tahun akhirnya bukanlah garis penutup, melainkan sebuah jeda untuk menoleh sebelum membayangkan tahun-tahun berikutnya dengan keberanian yang lebih besar. 

Sejak Panic Room, Swasembada Musik, Selamet Bermusik, hingga Gelanggang Musik, Cherrypop konsisten membaca sejarah sosial-politik melalui kebudayaan populer. Kata-kata besar diturunkan dari mimbar, dibawa ke lapangan, lalu dipertemukan dengan orang-orang yang menonton konser sambil duduk di rumput. Di tangan Cherrypop, sejarah tak hanya tersimpan dalam buku pelajaran. Ia dapat berbunyi melalui gitar yang sumbang, poster yang ditempel miring, kaset yang kusut, dan ribuan pasang kaki yang berderap menuju panggung. 

11
Rekomendasi