
Mbah Dullah
Mbah Dullah, atau Kiai Dullah adalah manusia samudra: begitu luas, dalam, tak terperi. Dengan memandang saja, bahkan melalui potret, seketika kita akan terhubung dengan cakrawala keteduhan. Melalui beliau, hidup menjadi...

Mbah Dullah, atau Kiai Dullah adalah manusia samudra: begitu luas, dalam, tak terperi. Dengan memandang saja, bahkan melalui potret, seketika kita akan terhubung dengan cakrawala keteduhan. Melalui beliau, hidup menjadi...

Bismillahir-rahmanir-rahim. Sengaja saya tuliskan basmalah. Supaya berkahnya merembesi setiap yang tertuang dalam tulisan ini. Juga...

“Sesoeatoe bangsa mengadjar dirinja sendiri! Sesoeatoe bangsa hanjalah dapat mengadjarkan apa jang terkandoeng didalam djiwanja...

Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

Kuburan Bahasa skriptorium itu waktu nisan titah purba yang digoreskan ibu di embun kalbu namaku. Skriptorium ...