
Nyanyian Untuk “Tuhan Tidak Adil?”
Sampai halaman akhir buku ini, izinkan saya jujur—hal yang sepertinya bernilai dalam hidup Connie—bahwa saya belum bisa menikmati karya ini secara lahir. Tapi secara batin, saya sepertinya agak bisa merasakan.

Sampai halaman akhir buku ini, izinkan saya jujur—hal yang sepertinya bernilai dalam hidup Connie—bahwa saya belum bisa menikmati karya ini secara lahir. Tapi secara batin, saya sepertinya agak bisa merasakan.

Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

Kuburan Bahasa skriptorium itu waktu nisan titah purba yang digoreskan ibu di embun kalbu namaku. Skriptorium ...