
Telat Mengenang
Semua gara-gara telat. Sekian hari, ia berlagak bersih-bersih dan memberesi ribuan buku di Bilik Literasi. Di luar sering hujan, ia lambat bekerja. Adegan memegang dan membersihkan buku sering meminta pemanjaan....

Semua gara-gara telat. Sekian hari, ia berlagak bersih-bersih dan memberesi ribuan buku di Bilik Literasi. Di luar sering hujan, ia lambat bekerja. Adegan memegang dan membersihkan buku sering meminta pemanjaan....

Ia (telat) menulis puisi. Bermula di Solo, ia memilih prosa. Cerita demi cerita ditulis dikirimkan...

Nama itu puitis. Kita sedang mengurusi nama untuk undang-undang. Pilihan diksi agak berselera puitis: cipta...

Sejarawan rutin bersama buku-buku terbuka dan lembaran kertas memuat catatan-catatan. Pemandangan biasa saat sejarawan memasuki...

Sejak ratusan tahun lalu, serat-serat digubah dan dibaca(kan) untuk menjadi penuntun, pedoman, atau pengajaran. Pada...

“The child is innocence and forgetfulness, a new beginning, a sport, a self-propelling wheel, a...

Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...