
Telat Mengenang
Semua gara-gara telat. Sekian hari, ia berlagak bersih-bersih dan memberesi ribuan buku di Bilik Literasi. Di luar sering hujan, ia lambat bekerja. Adegan memegang dan membersihkan buku sering meminta pemanjaan....

Semua gara-gara telat. Sekian hari, ia berlagak bersih-bersih dan memberesi ribuan buku di Bilik Literasi. Di luar sering hujan, ia lambat bekerja. Adegan memegang dan membersihkan buku sering meminta pemanjaan....

Ia (telat) menulis puisi. Bermula di Solo, ia memilih prosa. Cerita demi cerita ditulis dikirimkan...

Nama itu puitis. Kita sedang mengurusi nama untuk undang-undang. Pilihan diksi agak berselera puitis: cipta...

Sejarawan rutin bersama buku-buku terbuka dan lembaran kertas memuat catatan-catatan. Pemandangan biasa saat sejarawan memasuki...

Sejak ratusan tahun lalu, serat-serat digubah dan dibaca(kan) untuk menjadi penuntun, pedoman, atau pengajaran. Pada...

Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

Kuburan Bahasa skriptorium itu waktu nisan titah purba yang digoreskan ibu di embun kalbu namaku. Skriptorium ...

Sebagai seorang mahasiswa sastra, bagi saya, musik dan sastra adalah dua dunia yang berbeda. Tak...

Membicarakan kebudayaan seperti melihat hamparan lautan yang luas sekaligus dalam. Di permukaan, ia bisa terlihat...

Sebagai kota pendidikan, Yogyakarta selalu ramai oleh mahasiswa. Makin tahun, jalanan kota Yogya nampak makin...