
Membantah Pembacaan Sulak atas SGA
I Esai kritis A.S. Laksana—atau Sulak, “Hantu Pohon Seno Gumira dan Sastra yang Bersuara” di akun FB-nya (13/06) jika kita baca sekilas tampak elegan dan memikat. Esainya detail, nyaris terkesan...

I Esai kritis A.S. Laksana—atau Sulak, “Hantu Pohon Seno Gumira dan Sastra yang Bersuara” di akun FB-nya (13/06) jika kita baca sekilas tampak elegan dan memikat. Esainya detail, nyaris terkesan...

Cerpen “Keluarga Kudus” karya Sunlie Thomas Alexander adalah sebuah fiksi yang, menurut Saut Situmorang dalam...

Masifnya Posmodernisme Bersamaan itu pula masyarakat sastra dan seni terus hanyut secara hegemonik dalam pikiran...

Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

Kuburan Bahasa skriptorium itu waktu nisan titah purba yang digoreskan ibu di embun kalbu namaku. Skriptorium ...