


Budaya Jawa di Bawah Bayang-bayang Modernitas
Laiknya matahari, Jawa sedang mendekati ujung hari. Sebagai entitas budaya, agaknya Jawa berupa cahaya...

“Si Jlitheng” Mengurai Makna Dalam Sastra Jawa
Entah kenapa saat melihat judul fabel “Si Jlitheng” dengan gambarnya yang menarik nan sendu, saya...

Puisi-Puisi: Bagus Likurnianto
Hikayat Masjid Saka Tunggal seorang kuncen membaca riwayat totem: “bocah-bocah yang menanam sujud di...

Pesantren, Sastra, dan Lokalitas yang Melingkupinya
Sebelum membahas jauh tentang sastra pesantren yang terdiri dari, bahasa dan lokusnya bernama Pesantren. Saya...

Ambiguitas Tragedi dan Komedi dalam Ghost in the Cell
“The child is innocence and forgetfulness, a new beginning, a sport, a self-propelling wheel, a...

Para Perasuk dan Upaya Manusia Berebut Otoritas Gaib
Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Jogja Performa dalam Fenomena Kesenian di Kota Yogyakarta
Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Sunan Kalijaga: Jejak Material dan Makna Batin
Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Di Batas Etika Priyayi
Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Rakyat Bukan Bahan Baku Sastra
Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

