


X-FILE
Guruné “Wong lor yang ke situ juga banyak lho,” kata si bakul manuk seperti coba...

Festival Seni Bali Jani (FSBJ): Memaknai yang Kini, Memindai yang Nanti
Pertengahan tahun 90-an saya bergabung di Sanggar Minum Kopi (SMK), Bali, yang kemudian malih-rupa jadi...

Ritual Jamasan Desa Jajar
Masyarakat Desa merupakan masyarakat yang masih erat ngugemi (berpegang teguh pada) tradisi dan budaya yang turun-temurun dari...

Berlayar tuk “Among Tani”: Ucap Syukur Syarikat Idola Remaja
Puncak dari Berlayar dan Singgah-nya Syarikat Idola Remaja (SIR) di Yogyakarta bertempat diMES 56, Sabtu...

Skena Musik dan Skena Literasi dalam Satu Tarikan Nafas
Sebagai seorang mahasiswa sastra, bagi saya, musik dan sastra adalah dua dunia yang berbeda. Tak...

Suluk Kebudayaan Indonesia: Sebatas Catatan Kaki
Membicarakan kebudayaan seperti melihat hamparan lautan yang luas sekaligus dalam. Di permukaan, ia bisa terlihat...

Melihat Dasar, Melihat Sekolahku
Sebagai kota pendidikan, Yogyakarta selalu ramai oleh mahasiswa. Makin tahun, jalanan kota Yogya nampak makin...

Ketika Kicau Burung Berganti Deru Bor: Refleksi Atas “Ditanduri Kos-kosan” Karya Aristyakuver
Ketika mendengar kata pembangunan, ikon yang muncul dalam pikiran biasanya gedung-gedung pencakar langit, tronton, atau...

Damar Kurung di Lintasan Waktu
Pada sebuah kegiatan diskusi, aku bertemu dengan M. Anhar Chusnani. Kami pun mengobrol. Sampai akhirnya,...

Lali Sumber Ketiwasan: Refleksi Nilai-nilai Desa dalam Arus Modernitas
Saya sedikit heran—bercampur penasaran—ketika saya pertama kali bertandang ke Taman Baca Mahanani pada akhir tahun...

