


Air Bangis, Simpang Empat: Potret Ironis Hubungan Laut-Darat
Ditorehkan melalui hapalan batas-batas klasik “alam” Minangkabau yang imajinatif, bertahun-tahun lamanya nama Air Bangis lekat...

Nyanyian Untuk “Tuhan Tidak Adil?”
Sampai halaman akhir buku ini, izinkan saya jujur—hal yang sepertinya bernilai dalam hidup Connie—bahwa saya...

Transhumanisme dan Agama
Pada abad ke-21 Masehi ini sebagian manusia sedang hendak meninggalkan lembaran-lembaran lama sejarah manusia di...

Antropolog(i), Perubahan Budaya, dan Tanggung Jawab Etis
Dalam beberapa kali melakukan riset ke lapangan, bertemu dengan para informan dan narasumber, saya acap...

Ambiguitas Tragedi dan Komedi dalam Ghost in the Cell
“The child is innocence and forgetfulness, a new beginning, a sport, a self-propelling wheel, a...

Para Perasuk dan Upaya Manusia Berebut Otoritas Gaib
Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Jogja Performa dalam Fenomena Kesenian di Kota Yogyakarta
Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Sunan Kalijaga: Jejak Material dan Makna Batin
Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Di Batas Etika Priyayi
Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Rakyat Bukan Bahan Baku Sastra
Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

