


Ki Ageng Suryamentaram dan Quarter Life Crisis
Bisa dikatakan satu tahun terakhir ketika identitas mahasiswa saya sudah memasuki masa-masa terakhir di dalam...

Pengisah dan Tabah
Ia (telat) menulis puisi. Bermula di Solo, ia memilih prosa. Cerita demi cerita ditulis dikirimkan...

TAGORE, DI SEBUAH GUBUK DI MUNDUK
CALCUTTA, lima ratus tahun sebelum Rabindranath Tagore menulis satu sajaknya yang manis, “Berhentilah berdendang, berhentilah...

Mbah Mutamakkin dan Toponimi Kajen, Catatan untuk Agus Sunyoto
Haji Ahmad Mutamakkin namanya. Seorang pangeran dari Pajang yang lebih memilih ‘keraton akhirat’ ketimbang...

Ambiguitas Tragedi dan Komedi dalam Ghost in the Cell
“The child is innocence and forgetfulness, a new beginning, a sport, a self-propelling wheel, a...

Para Perasuk dan Upaya Manusia Berebut Otoritas Gaib
Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja memberi pengalaman yang relatif baru bagi saya dalam menonton film...

Jogja Performa dalam Fenomena Kesenian di Kota Yogyakarta
Ketika hari libur nasional, jalanan kota Yogyakarta sering dilanda macet. Apalagi hari libur itu seturut...

Sunan Kalijaga: Jejak Material dan Makna Batin
Tulisan ini sebelumnya terbit di laman Facebook Mohammad Basyir pada 19 April 2026 dengan judul...

Di Batas Etika Priyayi
Kemunculan kembali Para Priyayi karya Umar Kayam dengan sampul baru1 membuat saya menyadari satu hal:...

Rakyat Bukan Bahan Baku Sastra
Ada satu pertanyaan yang sering alpa dalam diskusi sastra Indonesia mutakhir padahal bobot permasalahannya sangat...

